Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah Lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.

QS. Al-Maidah Ayat 54


Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2013

Terkadang, Kebaikan Itu Harus Dipaksakan

Bismillahirrahmanirrahim

Sekian tahun lalu kata “tarbiyah” menurutku adalah sebuah ritual yang hanya buang-buang waktu saja. Bagaimana tidak? Sebuah kumpulan orang-orang “takut lelaki” melingkar di tempat yang jauh dari keramaian. Kemudian hanya membincangkan seputar Islam yang sangat membosankan. Ritual sakral atas nama “tarbiyah” memang telah lekat di telingaku sejak tahun pertama aku  mengenakan seragam putih abu-abu. Namun, cahaya hidayah tak jua mampu menembus gerbang syeitan la’natulloh ‘alaih. Tidak, bukan tak mampu. Lebih tepatnya tak mau mampir di hati. Hal ini jelas karena kemaksiatan yang aku lakukan.

Sebenarnya, diselubung hati terkecil masih ada gejolak ingin mengikutinya. Hanya saja, ketakutan atas penjilbab besar masih lebih besar ketimbang keinginan. Akibatnya, untuk hanya sekadar mengatakan aku inginpun begitu berat. Ketakutan ini pun terus berlanjut dan diperkuat dengan isu yang tersebar luas di masyarakat. Bahwa penjilbab besar adalah orang-orang yang melebih-lebihkan syariat, tak mau bersosialisasi, takut lelaki, bahkan dituding sebagai sebuah aliran sesat. Entah ini benar atau tidak, yang jelas hal inilah yang pada saat itu beredar dan aku tak pernah mengetahui benar tidaknya.

Lantas, apa hubungannya jilbab besar dengan  tarbiyah? Mengapa aku menyebut-nyebut tarbiyah kemudian memunculkan kata jilbab besar? Entah ini ada hubungannya atau tidak. Sesuai pengalaman yang pernah aku dapatkan bahwa, semua orang yang pernah mengajaku tarbiyah mereka adalah para perempuan dengan jilbab besarnya. Bahkan, hanya dengan mendengar kata tarbiyahpun maka yang terlintas dalam ingatan adalah para penjilbab besar.

Seiring dengan pergantian siang dan malam,  ketakutan-ketakutan menjadi sebuah sindrome  yang kusebut phobia jilbab besar”. Istilah ini muncul disebabkan mainset yang terlanjur percaya bahwa mereka adalah aliran sesat. Sehingga hanya dengan  melihat atau mendengar pun, rasa takut dan  risih itu muncul. Phobia jilbab besar ini terus mengurat hingga masa putih abu-abu tinggal kenangan.

 من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له
“Barang siapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang mampu memberinya petunjuk”[1]

Mungkin, akan muncul pertanyaan mengapa potongan kalimat pembuka majelis ini tiba-tiba muncul di tengah-tengah tulisan. Aku akan segera menjawabnya. Aku yang dahulu adalah seorang “phobia jilbab besar” kini ternyata adalah  pelaku jilbab besar. Hal ini sesuai dengan potongan doa pembuka majelis tersebut. Allah Maha membolak-balikkan hati. Maka siapakah yang mampu menolaknya ketika Allah telah berkehendak.

Mungkin pula pembaca akan bertanya-tanya mengapa aku yang seorang “phobia jilbab besar” bahkan menjadi pelaku jilbab besar. Hal ini terjadi karena aku ikut-ikuttan pada penyelenggaraan ritual sakral atas nama “tarbiyah”. Sebenarnya tak serta-merta ikut-ikuttan, lebih tepatnya terpaksa ikut-ikuttan. Mengutip perkataan seorang teman bahwa terkadang kebaikan itu mesti dipaksakan. Dan aku bersyukur pernah berada dalam kondisi keterpaksaan itu.

Keadaan ini tentunya tak terjadi begitu saja. Ada sosok yang berdiri tegap di belakangku. Dia siap mendorongku tatkala aku mundur, dan siap menarikku ketika aku  lari dari tarbiyah. Maka  jadilah aku  terperosok dalam keterpaksaan ikut tarbiyah.

Tarbiyah  bagi sebagian orang -mungkin- menjadi hal paling menakutkan. Keadaan ini pun pernah terjadi pada diriku sendiri. Kurang lebih alasannya  sama seperti waktu jaman SMA dulu. Jilbab besar sang penyebar aliran sesat.

Namun, ketakutan  masyarakat ini bisa pula terjadi karena mereka tak mengetahui esensi dan apa tarbiyah itu sendiri. Bisa jadi mereka menganggap bahwa di lingkaran tarbiyah tersebutlah diajarkan aliran sesat. Hal inilah yang harus diluruskan.

Saat ini, sebagai salah satu pelaku jilbab besar tentu hal ini menjadi sebuah keadaan yang sangat menyedihkan. Sebagai seorang pelaku jilbab besar tentu akupun ingin saudari-saudariku merasakan hidayah yang saat ini aku rasakan. Tetapi, satu hal yang menjadi pertanyaan besar adalah bagaimana mengubah persepsi yang terlanjur mengakar ini? Menurutku, jawabannya hanya satu, Tarbiyah Islamiyah.

Tarbiyah bukanlah seperti yang mereka persepsikan selama ini. Justru, melalui tarbiyahlah aku semakin terpikat oleh semua keindahan Islam. Menurut Umar Yusuf Hamzah mengemukakan bahwa secara umum kata tarbiyah dapat dikembalikan pada tiga akar kata yang berbeda;- يربو  ربا yang semakna dengan- ينمو  نما berkembang,  ربي- يربي yang berarti tumbuh, dan ربّ- يربّ yang bermakna memperbaiki, mengurus, memimpin, menjaga, memelihara dan mendidik. Berdasarkan pengertian ini dapat dianalisa bahwa tarbiyah  adalah mempelajari dan mengamalkan ilmu tentang keislaman dan dilakukan secara berkesinambungan. Pengertian ini telah jauh dari apa yang mereka persepsikan. Pada kenyataannya tarbiyah merupakan salah satu wadah yang didalamnya mempelajari ilmu-ilmu Islam sebagai bekal menuju dunia yang sesungguhnya.

Jika konsep tarbiyah ini dipahami oleh masyarakat, besar kemungkinan mereka tak segan-segan mengikutinya. Sehingga, merekapun dapat menjemput hidayah mereka melalui tarbiyah. Menjemput hidayah  melalui tarbiyah memang bukanlah satu-satunya jalan mendapatkan hidayah.  Masih banyak sarana-sarana lain. Meskipun demikian, aku ingin saudariku merasakan nikmatnya hidayah melalui tarbiyah. Mengenai hal ini, tentu manusia hanya bisa berusaha karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala-lah yang memegang kendali atas hati-hati manusia. Sebagaimana sabda-Nya:

إِنَّكَ لا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاء وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“sesungguhnya engkau tidak akan bisa memberikan petunjuk kepada orang yang engkau cintai, akan tetapi Allah lah yang memberi hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia  lebih tahu terhadap orang-orang yang mendapatkan hidayah” [2]

Hidayah, hidayah, hidayah. Hidayah seperti apa yang diharapkan? Tentunya hidayah yang datangnya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  Hidayah adalah cahaya kelembutan yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala turunkan kepada hamba-Nya yang ia kehendaki. Hidayah adalah sebuah karunia terbesar bagi manusia yang mampu mendapatkannya. Dan manusia terhebat adalah manusiayang mampu  menjaga hidayah. Namun, tak lengkap rasanya hidayah tanpa seorang pekerja keras. Siapakah pekerja keras itu? Menurutku, pekerja keras adalah manusia yang terus menambah dan mengejar kesibukan dunia untuk mendapatkan Syurga yang dijanjikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  

Seperti yang telah aku kemukakan bahwa hidayah adalah karunia terbesar. Hidayah adalah nikmat sebaik-baik nikmat. Aku bersyukur, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menurunkan hidayah-Nya kepadaku melalui tarbiyah Islamiyah. Alhamdulillah..

Dan kepada orang yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala titipkan untuk menjagaku, aku ucapkan jazakillah khair atas kesabarannya mendorongku tatkala mundur, dan menarikku ketika lari. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjagamu hingga takdir berlaku atas dirimu..

Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, penuhilah hati ini dengan cahaya-Mu dan cukupkanlah hati ini dengan mengingatmu... Aamiin.

penulis adalah salah satu Mahasiswi Angkatan 2011 Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas


__________________________
[1] Sepenggal kalimat khuthbah yang sering disebut dengan khuthbah hajah, yang dicontohkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم di setiap khuthbah yang Beliau sampaikan, [كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول في خطبته يحمد الله ويثني عليه بما هو أهله ثم يقول: [من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له. إن أصدق الحديث كتاب الله، وأحسن الهدى هدي محمد، وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار] (رواه النسائي)
[2] Surat Al-Qashash : Ayat-56

Selasa, 12 Februari 2013

Tasyabbuh on Valentine Day

Bismillah....

Suatu sore di sebuah kelas....
A: Valentine besok kita tukaran kado ya anak-anak, bawa kado masing-masing hari kamis depan
B: Yes, Sir! 

Percakapan ini terjadi beberapa tahun lalu saat penulis masih duduk di bangku SMP sekitar tahun 2003. Kala itu ia sedang menjalani kursus Bahasa Inggris di tempat kursus Bahasa Inggris ternama di Makassar. Valentine di kala itu merupakan hal sangat menarik di matanya. Apa itu valentine? Dia penasaran di hari itu pasti sangat banyak hal amat menyenangkan, termasuk tukar-tukaran kado itu. Apalagi hal itu tidak pernah dilakukannya sebelumnya. Ia mengetahui arti valentine dari pembicaraan kawan-kawannya di sekolah, katanya valentine itu hari kasih sayang, valentine itu waktunya kita tukar-tukaran kado cantik, dan hari itu adalah hari yang tepat untuk mengatakan cinta dengan lawan jenis. Wah, penggambaran itu makin membuatnya penasaran dengan hari valentine. Ia pun dengan antusias mencari kado, membungkusnya dengan cantik, dan kemudian membawanya di hari Kamis yang dijanjikan itu. 

............................o0o............................

Pengaruh valentine sangat jelasberpengaruh di dunia ini terutama di kalangan remaja. Dan lagi valentine dianggap sangat biasa oleh anak-anak remaja. 14 Februari di mana hari itu semua orang bisa menyatakan cintanya kepada siapapun. Layaknya independence day, seolah-olah cinta itu selalu dikurung dan pada hari itu cinta dibuka kepada semua orang. Itukah cinta? Dan apakah valentine itu perwakilan yang benar untuk cinta? Sebelum menjawab semua itu, baiknya kita melihat kutipan artikel di bawah ini terlebih dahulu.

SEJARAH HARI VALENTINE

Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya. Claudius II melihat St.Valentine mengajak manusia kepada agama Kristen lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya. 

Dalam versi kedua, Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St.Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan "Dari yang tulus cintanya, Valentine". Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Kristen bersama 46 kerabatnya." 

Versi ketiga menyebutkan ketika agama Kristen tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan "dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini." 

Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat "dengan nama tuhan Ibu" dengan kalimat "dengan nama Pendeta Valentine" sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Kristen. 

"Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi.
Nah, setelah membaca sedikit tentang sejarah valentine, apakah anda masih ingin merayakan hari tersebut?  Sebuah hari yang diada-adakan oleh orang kristen untuk memuaskan ego dan nafsunya. Jika masih ingin merayakannya, mari kita baca kembali kutipan lain berikut.

Saat ini banyak ABG muslimah yang ikut-ikutan dan mengekor pada budaya Barat atau Kristen akibat pengaruh televisi dan media massa lainnya. Termasuk pula dalam hal ini perayaan Hari Valentine, yang pada dasarnya adalah mengenang kembali pendeta St.Valentine. Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila menyangkut perkara akidah, ibadah, syi'ar dan kebiasaan. Padahal Rasul telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: "Barang siapa meniru kebiasaan suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut." (HR. At-Tirmidzi). Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi ia bisa kafir, adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar. 
Barang siapa meniru kebiasaan suatu kaum maka ia termasuk kaum tersebut.. Tidak cukupkah hadits tersebut menyadarkanmu bahwa merayakan hari valentine sama dengan merayakan hari raya mereka. Ibnul Qayyim berkata, Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan semisalnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. 

Nah, bagaimana dengan orang yang tidak merayakannya namun tetap memaknainya sebagai sebuah hari yang spesial?


Ada seorang remaja mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya. Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi perayaan ini adalah dari ritual agama lain. Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta kristiani dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka. Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga kita lihat struktur sosial mereka menjadi rusak.

Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir. Semoga Allah senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas Langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan: "Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku." (Al-Hadits). 
Valentine's day sebetulnya bukan mengagung-agungkan cinta dan kasih sayang, tapi lebih ke arah yang mengumbar nafsu, agar dibiarkan bangkit dan liar tanpa kendali. Sehingga pada hari (Valentine's day) itu terjadi legalisasi pernyataan cinta yang tidak seharusnya. Pada hari itu terjadi kemaksiatan sehingga panji syetan berkibar tinggi dengan keberhasilannya membujuk mengikutinya. Dibalik acara gemerlap pesta Valentine's day tersimpan sejarah yang tidak tepat untuk dirayakan ummat Islam. Budaya itu sangat bahaya, Banyak orang yang tertipu dengannya, sehingga terasa manis dan indah ternyata merupakan akhidah yang diharamkan oleh Islam. Berikut merupakan fatwa ulama mengenai perayaan valentine day ini.
FATWA ULAMA

Para ulama telah menasehatkan bahwa merayakan hari valentine tidak boleh, karena: Pertama, ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari'at Islam. Kedua, ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita). Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan.

Pada saat umat Kristiani merayakan hari lahir Yesus (natal) sebagian umat Islam ikut-ikutan merayakan hari lahir Nabi Muhammad (Maulid). Demikian juga ketika umat Kristiani merayakan kenaikan Yesus Kristus ke Langit, sebagian umat Islam juga merayakan naiknya Rasululah ke Langit (Peristiwa Isra Mi’raj). Apabila umat Islam tersebut ditanya mengapa mereka melakukan hal seperti itu padahal Rasululllah tidak pernah memerintahkannya maka anda akan mendapatkan 1001 jawaban dan alasan yang tidak satupun bersumber pada dalil shahih. Bahkan anda yang tidak merayakannya akan dicap dengan sebutan Wahabi yang maksudnya mengacu kepada Masyarakat Saudi Arabia yang tidak pernah melakukan kegiatan tersebut. Semoga kita bisa merenungi kembali hal ini dan berusaha mempelajari kembali Islam berdasar AlQuran dan AsSunnah yang shahih, karena sebaik apapun amal ibadah yang kita lakukan tanpa tuntunan dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam maka ia akan tertolak, sekalipun banyak orang yang melakukannya. Perbuatan seseorang tidaklah boleh dijadikan alasan untuk membenarkan suatu tindakan. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda “Siapa yang mengada-ada dalam urusan agama kami ini yang bukan (berasal) dariku, maka dia tertolak” (HR.Bukhari-Muslim). Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah ujian hidup yang tampak maupun yang tersembunyi dan meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.(Al Balagh)
Oleh karenanya ummat Islam terutama generasi muda Islam harus menjauhkan diri dan meninggalkan perayaan Valentine’s Day karena itu semua tidak lepas dari rekayasa jahat musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam. Wallahu a’lam bisshawab.

Just Say NO to Valentine Day

Disadur dari beberapa sumber berikut, lebih lengkapnya silahkan dibaca link-link berikut ini.
http://wahdah.or.id/kajian-dasar/aqidah/seputar-hari-raya-valentine-day257.html
http://wahdah.or.id/kajian-dasar/aqidah/valentine-day.html
Yusuf Mansur Network berjudul ( NAHI MUNKAR ) WASPADA TASYABUH WASPADA VALENTIN DAY

Kamis, 10 Januari 2013

Goresan Pena #2


Bismillahirrahmanirrahim

Sejatinya kita bersyukur atas apa yang Allah berikan kita sampai hari ini, melihat status diri kita saat ini masih Allah Jaga  dalam Kemurahan dan Kasih sayang-Nya, Hari ini kita perlu tersadar, Adakalanya diri kita terlalu bangga pada status kita saat ini, ketika orang terdekat kita dengan bangga menyebut kita Alim, akhirnya yang ada diri kita terlampau terbang dengan sebutan itu. Yah itulah kita, kita sering bangga ketika kita dipuji orang dan akhirnya?

Fenomena lain, Ketika semua aktivis dakwah sibuk dengan urusan dakwahnya. Begitu luar biasa menyita waktunya, hingga bahkan melupakan hal yang menjadi fitrahnya. Ketika dakwah seharusnya selaras dengan apa yang dibawa tapi kini itu semua berlawanan.

akhwat1
pic source here
Lihat saja saat ini,

Berapa waktu yang dipersiapkan oleh aktivis untuk musyawarah? Rasanya hampir setiap waktu dipakai musyawarah. Bukan demikian? Tapi, berapa waktu yang kita gunakan untuk baca Al-Qur’an? Berapa waktu yang kita siapkan untuk bersama keluarga? Berapa waktu yang kita gunakan untuk shalat sunah? Berapa waktu yang kita gunakan untuk menghafal Al-Qur’an? Berapa waktu kita gunakan untuk mengkaji sirah?

Akhirnya, apa bukti nyata kita saat ini terhadap dakwah? Adakah hasil nyata yang kita perbuat? Yah, mungkin kita sulit untuk menjawab ini. Coba kita putar sirah perjuangan para sahabat Rasulullah, pasti kita akan merasa malu apa yang kita lakukan hari ini. Ketika kegigihan para sahabat itu menjadi saksi nyata akan kebangkitan Islam saat itu.

Ukhti,, semakin jauh melangkah maka cobaan juga akan semakin banyak, iman yang susah payah kita bangun dan jaga seumpama pohon yang sedang tumbuh, semakin tinggi pohon tersebut maka semakin banyak angin yang menyapa, kadang angin sepoi dan membuat pohon terbelai, kadang angin kencang yang membuat pohon bergoyang tidak karuan, bahkan kadang angin badai yang bisa membuat pohon tumbang. Kuatkan akarnya, supaya bisa menahan badai, tidak tumbang oleh tragedi zaman yang selalu menghadang. Tingkatkan kekebalan iman, supaya iman tetap imun, sehingga bisa menangkal berbagai virus maksiat.

Engkau yang menamakan dirimu sebagai aktivis dakwah, yang amanah dakwah memberat di pundakmu, yang kata dakwah selalu keluar dari bibirmu, yang katamu seluruh gerakmu adalah dakwah, yang katamu hidupmu telah kau wakafkan untuk dakwah, yang siap mati di jalan dakwah. Untukmu para aktivis dakwah, teruslah perbaiki diri, bersihkan diri dari perbuatan dosa sekecil apapun, jaga izzah diri dan agama di depan orang yang tidak senang dengan islam. Karena tidak mungkin dakwah akan berhasil jikalau para pengembannya saja adalah seorang fajir (pendosa).

Berdo’alah ukhti! Semoga Allah menguatkan pancang kaki kita untuk tetap istiqamah di jalanNya, jadilah orang yang bisa menjaga izzah diri, jangan nodai izzahmu dengan menuruti arus syahwat yang bisa menularkan virus syaithani. 

Sabtu, 22 Desember 2012

Kiat Menjadi Guru Profesional dan Islami


Bismillahirrahmanirrahim

Guru adalah sebuah profesi dan pekerjaan yang sungguh sangat mulia. Apakah seorang guru harus professional dan harus Islami?

Seorang guru harus mampu melihat situasi murid. Mempelajari watak murid satu-persatu agar mengetahui bagaimana tindakan yang tepat dalam mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Bukankah guru yang berhasil tidak hanya membuat murid pandai namun membuat murid tersebut memiliki akhlak yang baik dan sayang pada gurunya? Sayang kepada guru merupakan suatu bukti bahwa guru telah berhasil membawa rasa kasih dan sayang ke dalam hati murid-muridnya. Dan juga yang paling penting adalah mampu membawa perubahan teknologi yang kini mendunia menjadi teknologi yang ramah lingkungan. Ramah lingkungan di sini artinya tidak menjurus pada global warming namun lebih kepada bagaimana teknologi mampu membawa kita ke lingkungan yang lebih positif dan Islami.

Guru yang Islami merupakan guru yang ingin selalu berubah menjadi lebih baik dari hari ini. Jika seorang ibu menginginkan anak yang baik lahir dari rahimnya, maka si ibu haruslah memperbaiki dirinya terlebih dahulu. Sama halnya seperti guru, guru yang memiliki akhlak dan keimanan yang baik akan memancarkan kesemuanya itu kepada murid-muridnya. Guru yang Islami otomatis akan memancarkan sebuah keprofesionalan. Sekalipun guru tersebut tidak bisa seprofesional guru-guru profesional di luar sana. 

Selasa, 18 Desember 2012

Kurma dan Kesehatan Muslimah


Bismillahirrahmanirrahim

sumber gambar 
Kurma adalah sejenis tumbuhan (Palma) atau dikenali dalam bahasa saintifiknya sebagai Phonex dactylifera yang berbuah dan boleh dimakan sama ada yang masak atau yang mentah. Kebanyakan pokok kurma tumbuh di negara-negara Arab dan mempunyai berbagai-bagai jenis.Kurma  menjadi makanan utama Baginda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam.
"Diceritakan oleh Jumaah bin Abdullah yang disampaikan oleh Marwan yang mendapat berita daripada Ibnu Hashim bahawa Amir bin Saad mendengar bapanya meriwayatkan Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : "Sesiapa yang memakan 7 biji tamar ‘Ajwah’ dia akan terkawal daripada kejutan syaitan dan sihir pada hari itu".
Berikut adalah beberapa khasiat kurma untuk muslimah :
1. Kurma mengandung 50-70 persen glukosa (gula yang sudah diproses secara alami), sehingga baik dikonsumsi setelah berbuka puasa, karena dapat langsung diserap oleh tubuh.
2. Kurma kering berfungsi menguatkan sel-sel usus, karena mengandung banyak serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus.
3. Kurma basah bisa mencegah terjadinya perdarahan bagi wanita saat melahirkan dan mempercepat proses pengembalian rahim seperti sedia kala ketika sebelum hamil, karena kurma mengandung hormon yang menyerupai oxytocine yang juga bisa membantu proses melahirkan.
4. Buah kurma matang mengandung zat besi dan kalsium yang cukup, yang bisa membantu proses pembentukan air susu ibu, dan pembentukan darah serta tulang sumsu pada bayi yang masih dalam kandungan
5. Kurma juga bisa menenangkan sel-sel saraf melalui pengaruhnya terhadap kelenjar gondok. Beberapa buah kurma dianjurkan dikonsumsi di pagi hari bagi anak-anak dan orang lanjut usia agar kondisi kejiwaannya baik.
6. Buah kurma yang direbus bisa memperlancar saluran kencing.
7. Kurma juga ditengarai bisa mencegah stroke.
8. Kurma yang baik selaput luar atau kulit arinya tidak rusak, tak ada pelumuran gula atau madu, dan tak lengket saat dipegang. Pilih yang berwarna cokelat kemerahan atau merah kekuningan dan besar-besar. Kurma yang baik juga biasanya dijual masih dengan tangkainya dan dikemas baik.
9. Kurma yang banyak dijual di pasar-pasar tradisional, umumnya dikemas dalam karung, berwarna hitam dan kering. Kurma jenis ini sebenarnya kurang baik, karena berdebu, kotor, dan kerap terdapat pasir atau potongan serat.
So,jadilah muslimah yang sehat fisk dan ruhaninya,,

TAHUKAH ANDA?? Memilih Sahabat yg baik untuk Miss “V”


Salah satu produk yang paling nyaman untuk kebersihan menstruasi adalah pembalut.  Wanita telah mengunakan  pembalut selama berabad-abad, bahkan, para gadis  Mesir kuno adalah yang pertama untuk menggunakan pembalut. Untungnya, perempuan saat ini memiliki pembalut yang lebih baik untuk dipilih daripada pembalut pertama sekali pakai terbuat dari papirus melunak.

Ditambahkan dr. Frans O. H. Prasetyadi, Sp.OG (K), memilih pembalut memang berkesan sepele. Tapi, kalau pemilihannya kurang tepat, bisa menyebabkan gangguan seperti iritasi dan infeksi. “Apalagi, area V sifatnya sensitif, jadi harus lebih hati-hati dalam memilih pembalut,” jelas dokter konsultan spesialis kandungan RSAL Surabaya itu.

Salah memilih pembalut tak hanya dapat menyebabkan keputihan dan kanker serviks saja tetapi juga dapat menyebabkan dan memperparah organ intim dan reproduksi wanita, antara lain : kanker uterus, kanker ovarium, kanker payudara, endometriosis, nyeri haid yang berlebihan, kista, mioma, kemandulan, haid tidak teratur, dan infeksi saluran kemih.

Daerah kewanitaan yang kita sayangi selama ini ternyata secara tidak sengaja kita racuni. Dan yang membuat kita terkejut adalah bahwa pembalut yang biasa kita pakai ternyata terbuat dari kertas /sampah daur ulang dan mengandung dioksin. Dioksin merupakan senyawa yang sangat toksik atau beracun sekalipun hanya terakumulasi dalm jumlah yang sangat kecil selama hidup (EPA, 1994).

Kebanyakan berasumsi, pembalut yang berharga mahal pasti mempunyai kualitas yang bagus, dan bisa memberikan rasa nyaman. Padahal, menurut dr. Nova Hanafie, Sp.OG, spesialis kandungan Rumah Sakit Spesialis Husada Utama Surabaya, pembalut yang harganya mahal tidak menjamin mempunyai kualitas bagus.

Lalu, bagaimana memilih pembalut yang tepat? Dikatakan dr. Bambang, Sp.KK dari Global Awal Bros Hospital Bekasi, hendaknya pembalut yang dipakai harus sesuai dengan jenis kulit dan aktivitas. Tidak sekadar berdasarkan model atau kelebihan yang dimiliki suatu pembalut. Tak kalah penting, memilih pembalut haruslah berhati-hati agar tidak menggunakan pembalut dari bahan kertas bekas atau serbuk kayu yang telah menggunakan pemutih, pewangi, dan zat kimia berbahaya lainnya. Hal tersebut tidak hanya berdampak pada iritasi kulit, namun juga dapat meyebabkan kanker serviks, kanker ovarium dan kanker payudara pada wanita.

Berikut Tips Memilih Pembalut Yang Sehat
Ujilah kualitas pembalut yang sering kita gunakan, caranya :
1. Sobek produk pembalut anda, ambil bagian inti didalamnya
2. Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas.
3. Ambil sebagian sebagian dari lembaran inti pembalut dan celupkan kedalam gelas, aduk dengan sumpit.
4. Lihat perubahan warna air
5. Apakah produk tersebut utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berartianda menggunakan produk yang berkualitas buruk dan banyak mengandung pemutih.
6. Anda akan temukan gulungan kertas dan bukan kapas

Pembalut dari produk yang berkualitas buruk tersebut mengandung dioksin yang menyebabkan bagian intim organ kewanitaan selalu mengalami banyak masalah, seperti keputihan, gatal-gatal, iritasi, juga pemicu terjadinya kanker mulut rahim/serviks.

Jadi ukhtifillah sayangi diri anda dengan cermat memilih sahabat bagi miss “v” anda.

Referensi :
4. http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/10/04/awas-salah-memilih-pembalut-dapat-menyebabkan-keputihan-dan-kanker-serviks/ 5.http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/03/10/waspadai-pembalut-yang-berbahaya-bagi-wanita

Muslimah dan Process Before 'To Be'


Bismillahirrahmanirrahim
Kupu-kupu adalah makhluk Allah yang terwujud dari sebuah usaha keras dan pergerakan dinamis. Dengan izin Allah seekor ulat kecil, menggelikan, tidak terlalu dipedulikan, dan bahkan terkadang tidak dianggap akan bermetamorfosa menjadi kupu-kupu yang identik dengan sayap indah dan menarik, kepakan luwes, raga  yang lebih baik serta bisa lebih menjangkau dunia dengan kemampuan terbangnya. Layaknya ia, pun tentu seorang muslimah memiliki langkah-langkah sebelum ia disebut sebagai muslimah yang baik dan kaffah Insya Allah. Process before ‘to be’. Proses pengembangan sayap non visual ini perlahan-lahan ia munculkan. “Perlahan-lahan tapi pasti”. Seandainya kau tak mampu berubah lebih cepat secepat hyena di padang pasir, tak mengapa bila kau seperti kura-kura kecil yang mengawali langkahmu dengan langkah kecil yang pertama, tapi kemudian kau tetap dinamis dan terus bergerak walaupun itu cuma perlahan dan dalam langkah-langkah kecilmu.

Ingatlah, bahwa sebuah batu loncatan yang dilalui oleh peloncatnya belum tentu menentukan dasar keberhasilan seseorang. Cara meloncat yang benar, ancang-ancang dan persiapan yang baik akan menentukan semua itu. Sisi sebuah keberhasilan akan terlihat pada apa yang kau lakukan sebelumnya. Bukan saat kau telah melewatinya. Ya, Inilah yang disebut berhasil dengan penuh sungguh-sungguh. Lewatilah Process before ‘to be’ itu, yaitu mempelajari ilmu, memahami dan kemudian mengamalkannya. Berubah menjadi lebih baik, mampu merubah image dan perilaku menjadi lebih ahsan, pribadi mandiri, luwes dan mudah menjangkau dunia dengan kemampuan terbangnya. Dengan ilmu, muslimah ini mampu mengetahui, melihat, dan menanyakan pada dinding hatinya ‘apa yang terbaik untuk dirinya’ agar ia bisa bermetamorfosa menjadi muslimah yang bersinar dalam pesonanya. Seperti kupu-kupu yang telah berhasil merobek balutan kepompong yang melingkupi hidupnya selama berapa masa. Ataupun seperti pucuk daun pisang yang awalnya hanya muncul kecil menajam kemudian mengembangkan lengannya hingga berubah menjadi daun besar. Sebuah perubahan-perubahan dan proses-proses yang terekam ‘tuk melangkah ke langkah keberhasilan yang baik. Be a good moslemah!


Jumat, 30 November 2012

Apa itu Muslimah Kreatif?


Bismillahirrahmanirrahim

Apa itu muslimah kreatif
Bagaimana keseharian muslimah kreatif
Kapan muslimah dianjurkan untuk kreatif
Siapa yang disebut muslimah kreatif
Mengapa muslimah harus kreatif

“Muslimah kreatif adalah muslimah yang pandai berkreasi dan pandai dalam membuat kreasi-kreasi dan sebagainya”.

Memang sangat mudah jika kita ingin mendefinisikan apa itu muslimah kreatif atau bagaimana itu muslimah kreatif. Muslimah kreatif yang seperti saya paparkan di atas adalah definisi yang lumrahnya kita ketahui bersama, namun sebenarnya lingkup muslimah yang kreatif tidak hanya terbatas pada hal itu. Muslimah yang kreatif adalah muslimah yang pandai dalam mengatur kesehariannya agar berbeda dari wanita-wanita di luar sana yang belum menyandang predikat wanita muslimah. Keseharian seorang wanita muslimah itu harus berbeda dari keseharian wanita lain dalam menjalankan kesehariannya. Pandai mengatur waktu, pandai mengatur pekerjaan, pandai mengatur finansial dan pandai mengatur hubungan baik dengan orang lain. Itulah yang disebut muslimah yang kreatif.

Muslimah yang kreatif memiliki keseharian yang dipenuhi dengan hal-hal yang bermanfaat baginya dan bagi orang lain. Jika orang lain merasa wanita ini mampu member manfaat pada diri orang lain tersebut maka wanita ini berhasil menjadi muslimah kreatif. Kreatif dalam menjaga amanah, kreatif dalam menyelesaikan persoalan, kreatif dalam melakukan dan menggabungkan pikiran dengan yang lainnya. Dan jangan lupa kreatif dalam menjaga hubungan orang lain dan dirinya. Inilah yang disebut wanita kreatif.

Muslimah dianjurkan bersikap kreatif dalam segala situasi, karena kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya sehingga kita harus senantiasa bersiap dan bersikap mampu berkreatifitas di dalam setiap kesempatan. Siapa yang disebut muslimah yang kreatif? Disebut muslimah kreatif jika kita mampu betul-betul memanfaatkan segala yang ada di sekeliling kita yaitu mengkonfigurasikan fungsi daya otak dan sekeliling yang ada di sekitar kita untuk merubah segalanya menjadi lebih baik.

Karena penting untuk dibutuhkan dalam dakwah kita, sebuah kreatifitas yang berhasil memberdayakan muslimah dan kerja-kerja dakwah di manapun terutama di dunia kampus yang penuh dengan keragaman. Keragaman yang sangat membutuhkan kreatifitas dalam meramunya sehingga menghasilkan dakwah yang lebih baik dan Insya Allah berkualitas.

Selasa, 13 November 2012

“Cegah Kanker Kulit & Penuaan Dini Dengan Jilbab Syar’i”


Kanker Kulit

Matahari adalah salah satu sumber energi bagi makhluk hidup di bumi. Energi cahayanya dapat menerangi bumi serta membantu proses fotosintesis tumbuhan berklorofil dan energi panasnya bisa dimanfaatkan manusia, salah satunya untuk menjemur pakaian. Itulah kebaikan matahari. Apa jadinya bila tak ada cahaya matahari.

Seperti dua sisi mata uang. Ada kebaikan pasti ada keburukan. Begitu juga matahari. Jika terlalu lama terkena pancaran sinar matahari secara terus-menerus, dapat menyebabkan kanker kulit.

Sengatan ultraviolet mengandung radikal bebas yang menyebabkan kanker kulit (melanoma). Hasil penelitian para ahli kulit menyatakan bahwa pukul 11.00 hingga pukul 14.00 siang pancaran sinar matahari sangat kuat. Di antara waktu tersebut terjadi pembakaran pigmen kulit oleh ultraviolet sinar matahari. Radiasi sinar ultraviolet bersifat radikal bebas, yaitu ultraviolet akan berusaha mengambil elektron dari pigmen kulit. Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil karena kehilangan elektron sehingga ia akan berusaha mengambil elektron dari molekul lainnya.Kanker adalah sekumpulan penyakit yang menyebabkan sebagian sel tubuh berubah sifatnya. Kanker kulit adalah tumor-tumor yang terbentuk akibat kekacauan dalam sel yang disebabkan oleh penyinaran, zat-zat kimia, dan sebagainya.

Penelitian menunjukkan kanker kulit biasanya disebabkan oleh sinar Ultra Violet (UV) yang menyinari wajah, leher, tangan, dan kaki. Kanker ini banyak menyerang orang berkulit putih, sebab kulit putih lebih mudah terbakar matahari. Menurut para ahli kulit ada beberapa penyebab seseorang terkena kanker kulit akibat sinar ultraviolet matahari, yaitu lebih dari 90% kanker kulit terjadi pada kulit yang langsung terkena sinar matahari. Orang yang bekerja di bawah sinar matahari secara terus-menerus juga berpotensi terkena kanker kulit, seperti nelayan dan petani.

Kanker tidaklah membeda-bedakan antara laki-laki dan wanita. Hanya saja, wanita memiliki daya tahan tubuh lebih rendah daripada laki-laki. Oleh karena itu, wanita lebih mudah terserang penyakit khususnya kanker kulit. Salah satu upaya mencegah kanker kulit adalah dengan menghindari kontak langsung dengan sinar matahari.

Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun. dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. 

Kanker ini adalah seganas-ganasnya kanker dari berbagai kanker. Dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur pakaian yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika di pantai dan berjemur di sana) yang mereka kenakan. Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dan dengan kadar yang berbeda-beda. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Dan terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan terkadang di daerah sekitar mata; kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, dan menetap di hati serta merusaknya.

Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal, sampai menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Dan terkadang juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama.

Perintah Berjilbab

Muslimah yang sudah dewasa diwajibkan untuk menutup auratnya, yang boleh tampak hanya wajah dan telapak tangan. Seperti yang tertera pada Q.S Al-Ahzab (33) ayat 59.

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin. Hendaklah mereka mengulurkan kain jilbab ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Allah memerintahkan wanita muslim mengenakan jilbab ternyata bukan hanya sebagai identitas diri, tetapi karena Allah sayang kepada kaum hawa. Allah ingin melidungi kaum hawa dengan perintahnya. Dengan jilbab wanita terlindung dari fitnah dan penyakit, khususnya kanker kulit. Para ahli kulit menyebutkan bahwa wanita lebih berpotensi terkena kanker kulit dibandingkan pria.

Tidak hanya kanker kulit, wanita yang kerap terkena langsung pancaran sinar matahari, kulitnya akan tampak lebih tua atau keriput, istilah lainnya adalah penuaan dini. Tak ada satu wanita pun yang menginginkan penuaan dini. Penuaan dini akan membuat penampilan kurang cantik bukan. Penuaan dini terjadi karena kulit mengalami kerusakan protein kolagen dan elastin yang berfungsi untuk menjaga keindahan dan kelenturan kulit.

Jadi, wanita muslim yang mengenakan jilbab pasti tampak lebih cantik dan anggun. Cantik karena kulitnya tidak terkenal langsung sinar matahari sehingga kulit tidak mengalami penuaan dini, dan yang paling penting terhindar dari penyakit kanker kulit. Anggun karena dengan jilbab, otomatis kita berupaya menjadi muslimah yang sesungguhnya, yang selalu dekat dengan Allah SWT.

Oleh karena itu, cara untuk melindungi tubuh dari kanker kulit adalah dengan menutupi kulit,Yaitu dengan berjilbab. Karena dengan berjilbab, kita melindungi kulit kita dari sinar UV. Melindungi tubuh bukan dengan memakai kerudung gaul dan baju ketat. Kenapa? Karena hal itu percuma saja. Karena sinar UV masih bisa menembus pakaian yang ketat apalagi pakaian transparan. Berjilbab disini haruslah sesuai kriteria jilbab syar’i, yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan.

SUMBER
http://edukasi.kompasiana.com/2012/06/09/jilbab-cegah-penuaan-dini-dan-kanker-kulit/
http://www.voa-islam.com/muslimah/article/2012/08/30/20398/beginilah-seharusnya-menjadi-wanita/